DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 03

Home

PROFIL, Steven Seagal 

SAMBO, Beladiri Rusia 

SENJATA KERAMBIT 

AMERICAN STYLE CIMANDE 

GRANDMASTER KANRYO HIGAONNA 

KEJUARAAN DUNIA PENCAK SILAT 

TEKNIK BELADIRI

     PS Mustika Naga 

     PS Bayang Buayo 

     PS Indra Suci 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI, Stress dalam Proses Pelatihan 

INFO KARATE, Kei Shin Kan 

 

PERGURUAN PENCAK SILAT INDRA SUCI

JURUS – JURUS DASAR PENCAK SILAT INDRA SUCI

ARTI DAN MAKNA LAMBANG PERGURUAN PENCAK SILAT INDRA SUCI Dasar Biru : melambangkan Kesejukan Hati Nurani Pojok

5 Siku : melambangkan Pancasila

Bintang Kuning : melambangkan Ketuhanan

Bunga Matahari : melambangkan Keharuman

Sinar : melambangkan Cahaya Penerang Bathin

Telapak Tangan : melambangkan Penghormatan atau Menghormati Sesama Manusia dengan Kerendahan Hati

Warna Putih : melambangkan Suatu Kesucian Lahir dan Batin

Perguruan Pencak Silat Indra Suci didirikan oleh putra Semarang bernama Suprio Buntoro, yang sejak kecil sudah menyenangi ilmu beladiri warisan budaya asli Indonesia ini. Ia belajar pencak silat kepada guru-guru silat yang namanya cukup terkenal di daerah Jawa Tengah. Kemudian tokoh muda ini melengkapi ilmunya dengan belajar ilmu tenaga dalam dan kebatinan kepada tokoh agama sampai selesai. Akhirnya ilmu tersebut ia manfaatkan untuk menolong orang lain melalui pengobatan alternatif kepada mereka yang menderita penyakit lahir maupun batin, ternyata hasilnya cukup memuaskan.

Agar dapat berpartisipasi dalam pertandingan olahraga dan seni beladiri pencak silat yang biasa diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia, pria yang murah senyum ini memanfaatkan keistimewaan dari jurus-jurus yang selama ini ia geluti kepada murid-muridnya dengan cara mendidik kader-kader pesilatnya yang tangguh dan trengginas, serta mampu membela diri dengan baik dan handal, sehingga Perguruan Pencak Silat Indra Suci ini, menjadi terkenal dan berkembang dengan pesat ke beberapa kota besar di Indonesia.

Berikut ini "DUEL " akan menampilkan beberapa jurus dasar dari Perguruan Pencak Silat Indra Suci. (AIS)

 

Sikap hormat, kuda-kuda sejajar, kedua telapak tangan dibuka dan dirapatkan membetuk siku-siku ditempatkan di depan dagu, badan dibungkukkan, pandangan mata lurus ke depan. (Foto. 1)

Titik berat berada pada kaki kanan lurus dan kaki kiri di belakang tenaganya dikosongkan, tangan kanan mengepal dengan kepalan menghadap ke bawah ditempatkan di depan sejajar dengan kaki kanan, tangan kiri juga mengepal dengan kepalan menghadap ke atas ditempatkan di pinggang sebelah kiri, badan condong ke depan, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.2)

Kaki kanan di angkat menghadap ke kiri, kaki kiri tetap ditempat menahan berat badan, kedua tangan disilangkan di depan dada dengan kedua telapak tangannya terbuka, badan tegak menghadap ke kiri, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.3)

Kaki kiri tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kanan, kedua telapak tangan terbuka, dengan telapak tangan kanan menghadap ke atas ditempatkan di bawah sejajar dengan paha kaki kanan dan telapak tangan kiri menghadap ke bawah dengan posisi menyilang di depan dada, badan condong ke kanan, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.4)

Kaki kanan menendang ke depan (tendangan samping), kaki kiri tetap ditempat menahan berat badan, tangan kanan lurus menghadap ke bawah dan tangan kiri membentuk siku-siku ditempatkan sejajar dengan kepala. (Foto.5)

Kaki kakan di depan dan kaki kiri di belakang, kedua telapak tangan terbuka menghadap ke bawah ditempatkan di depan, tangan kanan sejajar dengan kaki kanan, tangan kiri ditempatkan di depan dada sebelah kiri, badan tegak, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.6)

Gerakan loncat, posisi kedua kaki sejajar, tangan kanan membentuk siku-siku dengan jari-jari tangan kanan membentuk cakar dengan telapak tangan menghadap ke depan, tangan kiri disilangkan di depan dada yang juga membentuk cakar dengan telapak tangan menghadap ke bawah, badan tegak, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.7)

Kaki kiri tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kanan, kedua telapak tangan terbuka, telapak tangan kanan menghadap ke atas ditempatkan di bawah dan telapak tangan kiri menghadap ke bawah dengan posisi menyilang ditempatkan di atas kepala, badan menghadap ke kanan, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.8)

Kuda-kuda sejajar, dengan kedua tangan mengepal, tangan kanan memukul ke depan sementara tangan kiri ditempatkan pada pinggang sebelah kiri, badan tegak, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.9)

Titik berat berada pada kaki kiri, kaki kanan di belakang tenaganya dikosongkan, jari-jari tangan kiri dibuka dengan telapak tangan menghadap ke atas ditempatkan di depan sejajar dengan kaki kiri, jari-jari tangan kanan dibuka dengan telapak tangan menghadap ke depan ditempatkan di atas bahu kanan, badan condong ke depan, pandangan mata lurus ke depan. (Foto.10)

Kaki kanan di depan, kaki kiri di belakang, kedua telapak tangan dibuka menghadap ke atas dengan lengan atas dirapatkan pada pinggang masing-masing, badan tegak, pandangan mata lurus ke depan. (Foto. 11)

Kaki kanan menendang ke depan (tendangan samping), kaki kiri tetap ditempat menahan berat badan, tangan kanan lurus menghadap ke bawah dan tangan kiri dijulurkan ke depan ditempatkan di depan dagu, badan tegak menghadap ke kanan, pandangan mata mengarah ke kanan. (Foto.12)