DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 03

Home

PROFIL, Steven Seagal 

SAMBO, Beladiri Rusia 

SENJATA KERAMBIT 

AMERICAN STYLE CIMANDE 

GRANDMASTER KANRYO HIGAONNA 

KEJUARAAN DUNIA PENCAK SILAT 

TEKNIK BELADIRI

     PS Mustika Naga 

     PS Bayang Buayo 

     PS Indra Suci 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI, Stress dalam Proses Pelatihan 

INFO KARATE, Kei Shin Kan 

 

INFO KARATE

 

KEI SHIN KAN KARATE DO INDONESIA SAMBUT KEDATANGAN GURU BESAR KARATE AUSTRALIA KISAKU UCHIDA

Berbagai atraksi dan demonstrasi karate ditampilkan murid-murid dan anggota Kei Shin Kan Jawa Tengah, dalam rangka menyambut kehadiran Kepala Pelatih Kei Shin Kan Karate Australia Kisaku Uchida penyandang DAN VIII, di Semarang Jawa Tengah, acara ini berlangsung dengan meriah dan menegangkan. Hampir seluruh anggota dan Pengurus Daerah Kei Shin Kan Jawa Tengah hadir menyaksikan demo pemecahan benda keras, peragaan Kata, dan memecahkan ujung botol bir sehingga leher botol patah dengan mempergunakan teknik kecepatan gerakan tangan.

Kisaku Uchida memuji perkembangan Kei Shin Kan Karate Do Indonesia. Ia terkesan oleh kemajuan para karateka Indonesia ketika merebut gelar dalam kejuaraan tahunan di Jepang. "Dibandingkan dengan Australia, Singapura, dan Malaysia, kemajuan Indonesia sedikit lebih cepat", tegas Uchida (55) yang sudah menekuni karate selama 40 tahun. "Apa yang dikatakannya memang benar, kami sudah mencapai banyak kemajuan, antara lain prestasi di kejuaraan dunia dan kejuaraan tahunan di Jepang," papar Bambang Dewantoro.

Warga negara Australia keturunan Jepang itu selama di Semarang juga melakukan demonstrasi kata dan Nunchaku ruyung. Dia orang pertama yang memperkenalkan Nunchaku ruyung di Tanah Air. "Ruyung itu senjata yang sangat berbahaya. Saya memper-gunakannya hanya untuk menjaga keselamatan diri" ungkap anak didik Masanao Takazawa itu. Dia menambahkan, "disiplin berlatih merupakan hal yang utama bagi seorang karateka", tandasnya.

Selain itu, pada kesempatan yang sama Guru Besar Kei Shin Kan Karate Do Indonesia Bambang Dewantoro mengatakan bahwa "Kei Shin Kan merupakan olahraga fisik yang mempunyai permainan full body contact, menyerang ke seluruh badan. Kecuali di bagian kelamin. Maka karate jenis Kei Shin Kan ini sering mengalami patah tumbuh hilang berganti artinya bahwa di dunia ini seseorang harus memiliki pertahanan diri yang berarti. Sebab dimasa sekarang banyak kekerasan yang terjadi di mana-mana. Dengan mempunyai bekal ilmu beladiri, diharapkan bisa bertahan dan mempertahankan diri dalam keadaan apapun", paparnya.

Tidak ketinggalan dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Guru Kei Shin Kan Karate Do Indonesia ikut memperagakan pemecahan benda keras, dengan cara memecahkan batu kali setebal 15 cm yang diletakkan di atas kepala kemudian batu kali tersebut dihancurkan dengan mempergunakan martil, hasilnya sungguh fantastis, batu kali itu hancur, sedangkan ia tak cedera sedikitpun. Meski usianya mencapai 50 tahun, penyandang Dan VII International ini juga masih sanggup melakukan demonstrasi lainnya. Ia memperlihatkan kecepatan tangannya, dengan memotong leher botol yang diletakkan di atas kursi. "Tapi murid - murid yang lainnya jangan meniru, karena ini berbahaya, urat leher bisa putus, bahkan kepala bisa geger otak", tutur Bambang Dewantoro, yang mengaku kekerasan kepalanya itu merupakan hasil latihan puluhan tahun.

Ia mengatakan, selama ini melakukan latihan pernafasan dengan kemauan keras dan disiplin tinggi. "Melalui latihan pernafasan yang benar selama puluhan tahun itu, seluruh badan bisa tahan terhadap benturan benda-benda keras", tuturnya.(AIS)

Majalah DUEL mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa