DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 03

Home

PROFIL, Steven Seagal 

SAMBO, Beladiri Rusia 

SENJATA KERAMBIT 

AMERICAN STYLE CIMANDE 

GRANDMASTER KANRYO HIGAONNA 

KEJUARAAN DUNIA PENCAK SILAT 

TEKNIK BELADIRI

     PS Mustika Naga 

     PS Bayang Buayo 

     PS Indra Suci 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI, Stress dalam Proses Pelatihan 

INFO KARATE, Kei Shin Kan 

 

KEJUARAAN DUNIA PENCAK SILAT TAHUN 2000

INDONESIA MEREBUT JUARA UMUM

Sidang tahunan Olympiade Committee Asian (OCA) mengagendakan pencak silat menjadi cabang beladiri yang akan dipertandingkan di Asian Games Doha, Qatar tahun 2006. Pernyataan itu diungkapkan pada sambutan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persillat) Eddie M. Nalapraya dalam upacara pembukaan Kejuaraan Dunia Pencak Silat tahun 2000 di Padepokan Pencak Silat Nasional Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah. Ditekankan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini ditujukan untuk pertukaran pengalaman dan menjalin persahabatan antarbangsa melalui olahraga.

Kejuaraan yang diikuti oleh 232 atlet putra-putri dari 20 negara peserta dan dua negara peninjau (Cina dan Korea) secara resmi dibuka Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dengan pemukulan gendang, namun karena masih ada acara lain yang harus dihadiri pada malam itu, Ibu Mega tidak sempat memberikan kata sambutannya. Hadir dalam upacara pembukaan itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardhika, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar.

Kejuaraan Dunia Pencak Silat kali ini telah membuktikan bahwa olahraga beladiri rumpun Melayu semakin diterima dunia internasional, tetapi lebih dari itu melalui pencak silat kita mampu menjadikan olahraga sebagai perekat antara dunia barat dan timur. Hal ini tampak dengan berdatangannya peserta dari benua Amerika, Eropa, dan Asia.

Upacara Pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara Tantowi Yahya dimeriahkan oleh penampilan rampak gendang dari Jawa Barat, tari Saman dan Seudati dari Aceh, peragaan pencak silat yang dibawakan oleh beberapa perguruan pencak silat, Trio Libels, dan artis dangdut Iis Dahlia.

JALANNYA PERTANDINGAN DAN PEROLEHAN MEDALI

Secara keseluruhan prestasi pada Kejuaraan Dunia X ini masih didominasi oleh negara-negara Asia, terutama Indonesia sebagai negara tuan rumah dan Vietnam yang merupakan raksasa baru di dunia persilatan. Sedangkan negara-negara yang datang dari Amerika dan Eropah tampaknya harus lebih bekerja keras lagi untuk mengejar ketinggalannya, terutama pada nomor Tunggal, Ganda, dan Regu. Khusus pada kategori Tanding, pesilat-pesilat yang berlaga sudah memiliki teknik yang hampir merata.

Pertandingan berjalan seru namun tetap menjunjung nilai sportivitas yang tinggi. Para supporter dari masing-masing negara penuh semangat memberikan dukungan kepada team kesayangannya. Selama pertandingan yang dimulai dari tanggal 15 sampai 19 Nopember 2000 nyaris tanpa diwarnai protes.

Perolehan medali adalah sebagai berikut: Australia (0-0-2); Austria (0-1-1); Belgia (0-0-0); Brunei Darussalam (0-0-7); Perancis (0-0-1); Jerman (0-0-0); Indonesia (14-2-0); Itali (0-0-0); Jepang (0-0-1); Malaysia (2-6-5); Belanda (0-0-3); Filipina (0-4-3); Saudi Arabia (0-0-0); Singapura (0-1-5); Spanyol (0-0-3); Swiss (0-0-1); Thailand (1-1-3); Inggris (0-0-0); Amerika Serikat (0-0-0); Vietnam (5-7-3).

Dengan jumlah medali yang didapat maka juara umum jatuh kepada kontingen Indonesia, disusul oleh kontingen Vietnam dan Malaysia. Hasil ini bagi Indonesia merupakan balas dendam atas kekalahannya dari Vietnam pada SEA Games lalu di Brunei yang saat itu Indonesia memperoleh lima medali emas sedangkan Vietnam memperoleh tujuh medali emas.

PERKEMBANGAN PENCAK SILAT DI LUAR NEGERI

Ajang Kejuaraan Dunia Pencak Silat ini dapat dijadikan sebagai alat pantau perkembangan pencak silat di luar negeri. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang datang dan prestasi yang diperoleh. Jumlah peserta yang banyak mempunyai indikasi bahwa pencak silat secara kuantitas telah menyebar ke berbagai negara, sedangkan masih minimnya prestasi yang dicapai menunjukkan bahwa pembinaan pencak silat di negara tersebut belum maksimal.

Selain perkembangan pencak silat di luar negeri melalui pengiriman pelatih dari Indonesia, para mahasiswa Indonesia yang kebetulan sedang belajar di berbagai negara seperti Eropa dan Amerika ikut menambah percepatan perkembangan pencak silat dengan cara membuka perguruan dari mana pelatih itu berasal. Ketertarikan orang asing dalam mempelajari pencak silat umumnya karena selain pencak silat dapat dipergunakan sebagai alat untuk membela diri, juga mereka tertarik dengan nilai estetika dalam aspek seni serta terkandungnya pendidikan budi pekerti dalam aspek mental spiritual. Saat ini kepelatihan di luar negeri ada yang masih dipegang oleh pelatih dari Indonesia, ada pula yang sudah mandiri dengan menggunakan pelatih dari negaranya sendiri. Berikut ini beberapa profil pelatih yang berperan dalam perkembangan pencak silat di luar negeri:

Inggris: Aidinal Alrashid (PS. Gerak Ilham, Bugis -Makassar), M. Otto S. Soeharjono (Perisai Diri, Jawa Timur). Belanda: FransVeetman (HPS Panglipur), Asisten: Ruben Wieringa (PPS Padjadjaran Nasional), Leo Lindeman (PS Bongkot Harimau). Spanyol: Juan Ignacio Barrenechea (Harimau Minangkabau), Gorka Atoiza Oruetxebarria. Belgia: Pieters Ludo, Pierers Jean, Pieters Patrick (PS Pukulan Bongkot). Austria: Eduard Linhart (Bongkot Harimau, PERPI Harimurti, Silat Gayong Fathani Malaysia). Perancis: Eric Chatelier (Setia Hati, Bongkot Harimau, Merpati Putih). Jerman: Joko Suseno (Tapak Suci). Swiss: Pascal Stiefenhoffer & Chantal Mattes (Perisai Diri). Itali: Emiliano Ruggeri (PGB Bangau Putih).

Pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat ini, peserta yang datang hanya dari 20 negara saja, namun anggota Persilat yang ada lebih dari itu. Barangkali banyak yang belum siap untuk mengikuti event kejuaraan. Berikut ini adalah daftar anggota PERSILAT sejak tahun 1980 – 2000:

Asia: Indonesia (IPSI), Singapura (PERSISI), Malaysia (PESAKA), Brunei Darussalam (PERSIB), Thailand (PSAT), Philipina (PHILSILAT), Vietnam (ISAVIE), Myanmar (MPSA), Laos (PSL), dan Jepang (JAPSA). Eropa: Belanda (NPSB), Belgia (BPSB), Spanyol (ESPS), Jerman (PSUD), Austria (PSVO), Swiss (PSHT), Perancis (FPSF), Inggris (PSFUK), Norwegia (PSN), Italia (PISI), Denmark (PSD), dan Yunani (PSG). Australia dan Oceania: Australia (WAPSA), New Caledonia (MPNC), Selandia Baru (PSNZ). Middle East dan Afrika: Palestina (PSP), Turkey (PST), Marocco (PSM) dan Arab Saudi (PSAS). Amerika: Amerika Serikat (PS USA), Suriname (SPSA), dan Kanada (PSC). (Graspuzi)

Nama : Barbara Regeer

Tgl. Lahir : Moerkapelle, 13 Mei 1972

Alamat : Nepveustr. 29-II 1058 XM.

Amsterdam Perguruan : Panglipur Amsterdam

Jabatan : Ketua Panglipur Amsterdam

Belajar pencak silat :Tahun 1993

Pelatih : Julian Langitan, Olivier Blancquart, Danny Dinsbach

Prestasi : Juara II Kategori Jurus Wajib Regu pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Juara II Kategori Jurus Wajib Regu pada Festival Nusantara 1997 di Trengganu, Malaysia. Wakil Belanda pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2000 di Jakarta.

Barbara Regeer

PESILAT BELANDA YANG PANTANG MENYERAH

Mulai mengenal beladiri sejak berusia 18 tahun dengan mempelajari jujitsu selama 3 tahun ketika kuliah di Inggris. Pulang ke Belanda bertemu dan kemudian belajar pencak silat kepada Olivier dari Himpunan Pencak Silat Panglipur.

Hal yang menarik dari pencak silat menurut pendapatnya adalah keindahan gerak dalam aspek seni serta efektivitas dalam aspek beladiri. Ketika akan tampil di kejuaraan, ia memutuskan untuk lebih menekuni aspek seni, saat itu ia bersama dua orang rekannya berlatih Jurus Wiraloka Wajib yang sekarang dikenal dengan kategori Jurus Regu Baku. Hal ini dibuktikan ketika berhasil meraih juara II pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1997 di Kuala Lumpur serta Juara II pada Festival Nusantara 1997 di Trengganu, Malaysia.

Menurut pengamatannya, perkemba-ngan pencak silat di Belanda saat ini cukup menggembirakan. Kebanyakan yang dipelajari adalah aspek beladiri dan olahraga (tanding), sedangkan yang mempelajari aspek seni masih belum banyak. Panglipur Amsterdam lebih dikenal sebagai perguruan yang mengkhususkan pada aspek seni, walaupun begitu Barbara yang menjabat Ketua Panglipur Amsterdam masih sempat berlatih kategori tanding sekali dalam seminggu.

Untuk menghadapi kejuaraan dunia, wanita yang bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengawasan lingkungan ini berlatih keras selama sepuluh bulan. Empat bulan pertama berlatih hampir setiap hari. Memang hasil latihan itu dapat ditunjukkan pada saat pertandingan di Kejuaraan Dunia, ia mendapat aplause dari penonton dan pujian dari beberapa tokoh pencak silat Indonesia, namun sayang keberuntungan belum berpihak pada Barbara, ketika sedang memperagakan jurus golok, senjatanya jatuh dua kali sehingga mendapat pemotongan nilai yang cukup besar. Seandainya hal ini tidak terjadi, mungkin ceriteranya akan lain.

Namun kekecewaan itu sedikit terobati ketika ia mendapat kehormatan untuk menampilkan kemahirannya dalam memperagakan ibing pencak silat khas Panglipur pada final kejuaraan dunia yang disaksikan oleh Presiden Persilat Eddie M. Nalapraya dan Ketua KONI Wismoyo Arismunandar, serta disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Penampilannya dalam membawakan jurus pencak silat yang diiringi irama gendang pencak banyak mengundang kekaguman penonton, terbukti dengan banyaknya orang yang ingin berkenalan, mewawancarai, dan minta tanda tangan setelah ia selesai melakukan peragaan.

Rencana ke depa, Barbara masih akan mengikuti kejuaraan-kejuaraan pencak silat seperti Kejuaraan Pencak Silat se-Eropa dan Kejuaraan Intern Panglipur - Abah Aleh Cup di Indonesia tahun 2001, serta Kejuaraan Dunia berikutnya di Malaysia tahun 2002. Kategori yang akan diikutinya adalah ganda dan tunggal. Namun itu pun kalau tidak bersamaan waktunya dengan kelahiran anaknya, karena istri dari Dave Lambrelhts ini merencanakan ingin mempunyai anak setelah selesai mengikuti Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2000. (Graspuzi)

 

Nama : Frans Veetman Wijoyo Sumitro

Tgl. Lahir : Semarang, 11 Agustus 1955

Alamat : Timor Str 60A 9715 LJ Groningen

Perguruan : Panglipur Groningen

Jabatan : Koordinator Panglipur Belanda, Technical Affairs di NPSB

 

Frans Veetman

PELATIH BELANDA

Datang ke Jakarta pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat sebagai Technical Affairs dari NPSB (Organisasi Pencak Silat di Belanda) bersama dengan tim pencak silat Belanda. Ketika ditanya mengenai prestasi atlet-atlet Belanda dengan perolehan 3 medali perunggu, tampaknya ia sudah diperhitungkan. Khusus mengenai penampilan Barbara di kategori Tunggal Putri, ia sangat menyesalkan dengan jatuhnya golok sehingga mendapat potongan nilai. "Ia sudah bermain bagus, namun kurang beruntung", ujarnya. Begitu pula dengan kategori tanding, ia sudah memperingatkan kepada atlet-atletnya bahwa bila bertanding di Indonesia harus mantap dan mutlak dalam mengumpulkan nilai. Kalau tidak mutlak kemungkinan besar akan kalah.

Pelatih dan Wasit Juri senior yang pertama kali berpartisipasi pada Invitasi Pencak Silat di Wina, Austria tahun 1986 sebagai pelatih tim Belanda memang sudah banyak makan asam garam di dunia persilatan. Pria yang lahir di Semarang, Indonesia ini masih fasih berbahasa Indonesia walaupun sejak tahun 1975 sudah menetap dan bekerja di Belanda sebagai reserse di Departemen Kepolisian Belanda. Pengalaman menekuni pencak silat sejak ia masih tinggal di Indonesia dengan mempelajari pencak silat keluarga di Kesatryaan Setia Budhi, SHO Semarang, dan Bongkot Harimau di Belanda. Kini ia tercatat sebagai anggota HPS Panglipur Groningen. Di samping mempelajari pencak silat, ternyata ia pun mempelajari beladiri lain sebagai bahan pembanding, seperti ju jitsu, judo, karate, taekwondo, kendo, aikido, dan iaido.

Ditanya mengenai perkembangan pencak silat di Belanda, ia mengatakan cukup bagus, apalagi sejak NPSB menjadi anggota PERSILAT, organisasi keolahragaan di Belanda sudah mengakuinya. "Diharapkan dalam dua tahun ke depan sudah ada subsidi yang memadai dari Pemerintah Belanda", harapnya.

Ayah dari seorang anak yang ahli dalam totok darah ini, secara pribadi sedikit menyayangkan dengan dihilangkannya unsur musik dalam kategori tunggal, ganda, dan regu. Di Belanda sendiri April tahun depan direncanakan akan diselenggarakan festival pencak silat yang tentu saja menggunakan musik sebagai pengiringnya. (Graspuzi)