![]() |
|
![]() |
|
|
Aliran - Perguruan - Teknik - Latihan |
|
DAFTAR ISI Majalah Seni Beladiri DUEL No. 03 TEKNIK BELADIRI, PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku KESEHATAN, Peregangan Beladiri WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo PSIKOLOGI BELADIRI, Stress dalam Proses Pelatihan
|
PERGURUAN PENCAK SILAT MUSTIKA NAGA JURUS – JURUS DASAR MUSTIKA NAGA |
||
|
ARTI DAN MAKNA LAMBANG MUSTIKA NAGA • Mustika Naga yang ditulis dengan model huruf Jawa menyiratkan arti bahwa ilmu-ilmu Mustika Naga berasal dari tanah Jawa, maka sebagian besar nilai-nilai yang dianut masyarakat Jawa juga diterapkan. • Warna biru yang mendasari logo Mustika Naga berarti tumbuh di Nusantara, sementara warna kuning yang melingkari menyiratkan arti bahwa pencak silat mengandung unsur seni. • Gambar pedang, telapak kaki, dan ruyung di mulut naga berarti ilmu Mustika Naga merupakan gabungan dari beberapa ilmu. Naga menunjukkan keperkasaan, mahkota menggambarkan kehormatan, dan ekor berwarna merah menggambarkan semangat yang terus menyala. • Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Mustika Naga itu jika digabung mempunyai ajaran filsafat yang luhur. Di antaranya warga Mustika Naga harus mempunyai sifat ksatria. • Pendek kata, perguruan ini berharap dengan ilmu beladiri asli Nusantara, dapat menghasilkan generasi yang berakhlak baik. Sekaligus tegas dalam membela kebenaran bagaikan seorang ksatria serta mampu mengamalkan ilmunya untuk sesama. Dengan demikian mereka akan dihormati dan disegani oleh masyarakat, meski dengan tetap bersikap rendah diri, arif, dan bijaksana. |
||
|
Sebagai perguruan silat, Mustika Naga dapat membekali murid-muridnya dengan daya linuwih yang cukup tinggi. Meski demikian memang tidak semua murid menerima ilmu seperti itu, sebab untuk dapat mempelajari dan mengamalkan daya linuwih itu, seseorang harus bersikap dewasa, bertanggung jawab, dan tidak melakukan larangan agama. Perguruan Silat Mustika Naga dikembangkan sampai sekarang oleh Agus Supriyadi, cucu seorang pendekar silat bernama Raden Suradi pendiri perguruan pencak silat Naga Putih tahun 1921. Keistimewaan dan manfaat dari Jurus Mustika Naga, antara lain dapat melihat makhluk ghaib dan mampu mengobati orang sakit, baik lahir maupun batin. Jurus-jurus Mustika Naga bisa juga digunakan untuk membela diri dari serangan pukulan, tendangan maupun serangan senjata tajam, dan lain sebagainya dengan syarat harus menguasai jurus-jurus ini dengan mantap, benar, baik, dan mendalam. Dalam kesempatan ini, DUEL akan menampilkan beberapa jurus khas perguruan silat Mustika Naga. (AIS) Peraga : Agus Supriyadi, Guru Besar Pencak Silat Mustika Naga Sekretariat : Perumahan Genuk Indah SDN Gebangsari 03 Semarang Jawa Tengah |
|||
Berdiri tegak, posisi kaki sejajar, kedua tangan disilangkan di depan dada dengan masing- masing telapak tangan dibuka dan kedua sisi luar telapak tangan ditempelkan pada pipi, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto. 1) |
Kuda-kuda sejajar sambil kedua lututnya ditekuk, kedua tangan dikepalkan, ditempatkan pada pinggang, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.2) |
Kaki kiri di depan lurus dan kaki kanan di belakang, kedua tangan dijulurkan ke depan dengan kedua telapak tangan dibuka, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.3) |
|
Kaki kiri di depan posisi serong, telapak tangan kanan dibuka menyilang di depan dada dan tangan kiri di atas kepala dengan telapak tangan terbuka, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.4) |
Kaki kanan di depan, telapak tangan kanan dibuka menghadap ke depan membentuk siku-siku ditempatkan di depan muka sejajar dengan kaki kanan, tangan kiri terbuka silang ditempatkan di bawah tangan kanan, badan tegak, pandangan mata diarahkan pada tangan kanan lurus. (Foto.5) |
Kaki kanan di depan tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kiri, kedua tangan direntangkan sambil telapak tangan dibuka, badan condong ke kiri, pandangan mata lurus. (Foto.6) |
|
Kaki kiri di depan tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kanan, tangan kanan menusuk ke atas dan telapak tangan kiri terbuka menghadap ke bawah menyilang di depan dada, badan condong ke kanan, pandangan mata lurus. (Foto.7) |
Kaki kiri di depan tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kanan, telapak tangan kiri dibuka menghadap ke atas sejajar dengan kaki kiri, tangan kanan membentuk siku-siku sejajar dengan kepala, badan condong ke kanan, pandangan mata lurus.(Foto 8) |
Kaki kiri di bawah lurus, kaki kanan di atas posisi menyapu, sikut tangan kiri di bawah menahan berat badan dan tangan kanan mengepal posisi silang di atas kepala, badan terlentang, pandangan mata lurus. (Foto.9) |
|
Kaki kiri di bawah lurus, kaki kanan menendang ke atas, sikut tangan kiri di bawah menahan berat badan, tangan kanan mengepal sejajar dengan bahu kanan, badan terlentang, pandangan mata lurus. (Foto.10) |
Kaki kiri di bawah sambil lutut ditekuk, kaki kanan di atas posisi menyapu, tangan kiri di di atas perut, tangan kanan direntangkan, badan terlentang, pandangan mata lurus. (Foto.11) |
Kaki kanan lututnya dilipat ke belakang, kaki kiri posisi menyapu, tangan kiri di bawah sejajar dengan kepala, tangan kanan direntangkan, badan terlentang, pandangan mata lurus. (Foto.12) |
|
Kaki kanan di belakang tenaganya dikosongkan, titik berat berada pada kaki kiri posisi serong, tangan kanan memukul lurus ke depan, tangan kiri disilangkan di depan dada, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.13) |
Kaki kanan di angkat dengan telapak kaki menghadap ke depan, kaki kiri tetap ditempat, tangan kanan di bawah sejajar dengan paha kanan, telapak tangan kanan dibuka di depan dada posisi silang, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.14) |
Kedua kaki sejajar, kedua tangan mengepal dengan tangan kanan di depan dan tangan kiri ditempatkan pada pinggang kiri, badan menghadap ke kanan, pandangan mata lurus. (Foto.15) |
|
Posisi kaki serong, tangan kanan menyikut, telapak tangan kiri terbuka ditempelkan pada lengan kanan, badan condong ke kiri, pandangan mata lurus. (Foto.16) |
Posisi kaki sejajar, lutut kaki kiri ditarik ke belakang sehingga titik berat berada pada kaki kanan, kedua tangan dijulurkan ke depan, badan condong ke kanan, pandangan mata lurus. (Foto.17) |
Posisi kaki serong, tangan kanan mengepal membentuk siku-siku ditempatkan di depan menghadap ke muka, telapak tangan kiri dibuka ditempelkan pada lengan kanan bagian atas, badan tegak, pandangan mata lurus. (Foto.18) |
|