DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 03

Home

PROFIL, Steven Seagal 

SAMBO, Beladiri Rusia 

SENJATA KERAMBIT 

AMERICAN STYLE CIMANDE 

GRANDMASTER KANRYO HIGAONNA 

KEJUARAAN DUNIA PENCAK SILAT 

TEKNIK BELADIRI

     PS Mustika Naga 

     PS Bayang Buayo 

     PS Indra Suci 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI, Stress dalam Proses Pelatihan 

INFO KARATE, Kei Shin Kan 

 

PEREGANGAN UNTUK PRAKTISI BELADIRI (2)

PEREGANGAN TANPA PASANGAN

Dorong dagu ke atas sambil tengadah.

DUEL edisi lalu telah mengulas mengenai persiapan, manfaat peregangan dan pemanasan. Jenis peregangan amat beragam, namun pada dasarnya memiliki maksud dan tujuan yang sama. Pada kesempatan ini akan ditampilkan beberapa contoh peregangan yang dapat dilakukan sendirian tanpa pasangan.

Sebagai pedoman, pada umumnya tahapan-tahapan dalam melakukan peregangan adalah sebagai berikut: Hembuskan nafas pada proses membentuk sikap tertentu, kemudian bertahan pada posisi meregang dalam hitungan tertentu, dan diakhiri dengan mengendurkan otot kembali. Lakukan bagian kanan dan kiri secara bergantian.

Anda dapat memodifikasi jenis peregangan ini dengan teknik-teknik yang lain, namun harus dengan bimbingan seorang yang ahli, karena sebagaimana telah diterangkan, apabila peregangan dilakukan tanpa cara yang benar, bukan manfaat yang didapat melainkan cedera yang mungkin terjadi. (Graspuzi)

Tarik belakang kepala ke depan sambil menunduk.

Dorong dagu ke samping sambil menoleh ke samping.

Tarik kepala ke samping sambil memiringkan kepala.

Simpan tangan di depan badan. Tarik sikut ke belakang.

Simpan tangan di belakang kepala. Tarik sikut ke bawah.

Pilin jari tangan. Angkat kedua tangan ke atas

Pilin jari tangan. Angkat kedua tangan ke atas kemudian miringkan ke samping.

Rentangkan tangan ke depan. Tarik jari ke arah badan.

Tekan punggung telapak tangan ke samping bagian dalam.

Tekuk lutut depan. Luruskan kaki belakang.                                   Tekuk lutut belakang. Luruskan kaki depan sambil merendahkan badan.

Duduk bersila. Kedua telapak kaki dirapatkan, lutut diturunkan.         Kaki diluruskan ke depan. Kepala menyentuh lutut.

Kepala menyentuh punggung telapak tangan yang

menempel di lantai.