DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 04

Home

PANKRATION, Cikal Bakal Beladiri di Dunia 

ULIN PEUPEUH GERAK RASA 

CHINQUCHI, Teknik Pernapasan dari Okinawa 

GRANDMASTER SOKON ‘BUSHI’ MATSUMURA 

PROFIL 

   Rd. Enny Rukmini Sekarningrat 

   Sukowinadi 

SATRIA NUSANTARA 

TEKNIK BELADIRI

   Ulin Peupeuh Gerak Rasa 

   Teknik Tanding Pencak Silat 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

LATIHAN TUI SHOU TAICHI 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI 

INFO PENCAK SILAT

   Pendidikan dan Latihan Seni Beladiri DUEL

   Panglawungan Satria Intan Garut 

 

INFO PENCAK SILAT

PANGLAWUNGAN SATRIA INTAN GARUT

WADAH PEMERSATU ALIRAN-ALIRAN PENCAK SILAT

siga euweuh tapi aya

siga sare tapi nyaring

Walaupun Garut bukan tempat dilahirkannya suatu aliran pencak silat, namun Garut merupakan laboratorium alamiah yang berhasil menggabungkan jurus-jurus dan teknik-teknik dari berbagai aliran pencak silat yang cukup terkenal di Jawa Barat, seperti aliran Cimande, Cikalong,Sabandar, Kari, Madi, Sera, Totog, Timbangan, dan lain sebagainya, maka tidak heran apabila Garut terkenal dengan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh dan sesepuh persilatan di Jawa Barat.

Nama Panglawungan diambil sebagai penghormatan kepada Rusmana (alm), selaku pemrakarsa awal membentuk wadah silaturahmi para tokoh persilatan dan paguron (perguruan) dengan nama "Panglawungan Pencak Silat Garut". Ia adalah sebagai pemrakarsa penggabungan jurus-jurus beberapa tokoh persilatan menjadi ibing panglawungan 1 (1987). Kata Panglawungan berarti tempat gempungan, kata "satria" merupakan simbol insan kamil, dan kata "intan" merupakan motto kota Garut (Indah, Tertib, dan Nyaman). Jadi, Panglawungan Satria Intan merupakan wadah gempungan para tokoh dan kader persilatan yang meneladani dalam keindahan akhlak, membentuk dan mewujudkan kenyamanan dan ketertiban dalam lingkungan masyarakat.

Sebagai wadah pemersatu tokoh-tokoh dan sesepuh persilatan Kabupaten Garut, Panglawungan Satria Intan telah berupaya untuk mengumpulkan dan menggabungkan seluruh tokoh dari berbagai perguruan pencak silat, baik yang tergabung dalam PPSI/IPSI maupun perguruan silat yang tidak atau belum tergabung dalam salah satu organisasi tersebut, dengan maksud mempersatu-kan antara visi dan misi para tokoh persilatan dan paguron dalam mengembang-kan kaidah pencak silat dari berbagai aspeknya, untuk membawa nama harum Garut, membangun kader-kader paguron serta membantu menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, membantu dan mendukung kegiatan PPSI/IPSI dalam mempersiapkan atlet melalui pembekalan dari para tokoh persilatan dan tokoh paguron. Sesuai dengan ucapan Ketua Umum Panglawungan Satria Intan, H. Sjamsu S. Djajusman, "Sebagai wadah yang independen, Panglawungan Satria Intan Garut diharapkan menjadi laboratorium pencak silat yang tugasnya mengolah dan menggali lebih mendalam berbagai permasalahan yang berkaitan dengan seni beladiri pencak silat termasuk jurus-jurus dan teknik-teknik pencak silat serta falsafahnya dari berbagai aliran pencak silat yang ada di Jawa Barat," ungkapnya. "Alhamdulilah dalam PORKAB (Pekan Olah Raga Kabupaten Garut) bulan Oktober 2000 banyak perguruan pencak silat yang berhasil menjadi juara, mudah-mudahan untuk selanjutnya dapat ditingkatkan prestasinya sampai ke tingkat yang lebih tinggi lagi," tandasnya. Selanjutnya ia mengatakan, "Sekarang sudah hampir 128 tokoh dan sesepuh pencak silat yang mendukung adanya Panglawungan Satria Intan Garut, termasuk Bupati Kabupaten Garut, Drs. H Dede Satibi, Ketua Umum PB IPSI Pusat, H. Eddy M. Nalapraya, Ketua Umum KONI Pusat, Jendral (Pur) Wismoyo Arismunandar, dan Ketua Umum Pengda IPSI Jawa Barat serta Ketua IPSI Kabupaten Garut", katanya mengakhiri pembicaraan.

H. Sjamsu S. Djajusman, ketua umum Panglawungan Satria Intan (kiri)

Drs. H. Dede Satibi (paling kiri), H. Eddy M. Nalapraya, Wismoyo Aris munandar, Drs. H. Gumbira Suganda , Ir. Rajab Prilyadi (tengah), H. Sjamsu S. Djajusman (paling kanan)