DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 04

Home

PANKRATION, Cikal Bakal Beladiri di Dunia 

ULIN PEUPEUH GERAK RASA 

CHINQUCHI, Teknik Pernapasan dari Okinawa 

GRANDMASTER SOKON ‘BUSHI’ MATSUMURA 

PROFIL 

   Rd. Enny Rukmini Sekarningrat 

   Sukowinadi 

SATRIA NUSANTARA 

TEKNIK BELADIRI

   Ulin Peupeuh Gerak Rasa 

   Teknik Tanding Pencak Silat 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

LATIHAN TUI SHOU TAICHI 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI 

INFO PENCAK SILAT

   Pendidikan dan Latihan Seni Beladiri DUEL

   Panglawungan Satria Intan Garut 

 

PEREGANGAN UNTUK PRAKTISI BELADIRI (3)

PEREGANGAN BERPASANGAN

DUEL edisi lalu telah mengulas mengenai beberapa contoh peregangan tanpa pasangan. Pada kesempatan ini akan ditampilkan beberapa contoh peregangan yang dapat dilakukan berpasangan.

Sebagai pedoman, pada umumnya tahapan-tahapan dalam melakukan peregangan berpasangan tidak berbeda dengan peregangan tanpa pasangan, yaitu: Hembuskan nafas pada proses membentuk sikap tertentu, kemudian bertahan pada posisi meregang dalam hitungan tertentu. Kedua orang yang sedang berlatih harus selalu berkomunikasi. Yang berperan sebagai pembantu harus tahu batas daya regang otot temannya, demikian juga yang sedang melakukan peregangan harus memberitahu pada temannya, apakah sudah cukup atau belum. Akhiri peregangan dengan mengendurkan otot kembali. Lakukan bagian kanan dan kiri secara bergantian.

Peregangan berpasangan dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, atau berbaring. Anda dapat memodifikasi jenis peregangan ini dengan teknik-teknik yang lain, namun harus dengan bimbingan seorang yang ahli, karena sebagaimana telah diterangkan, apabila peregangan dilakukan tanpa cara yang benar, bukan manfaat yang didapat melainkan cedera yang mungkin terjadi. (Graspuzi)

PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERDIRI

PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL DUDUK

PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERBARING