DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 04

Home

PANKRATION, Cikal Bakal Beladiri di Dunia 

ULIN PEUPEUH GERAK RASA 

CHINQUCHI, Teknik Pernapasan dari Okinawa 

GRANDMASTER SOKON ‘BUSHI’ MATSUMURA 

PROFIL 

   Rd. Enny Rukmini Sekarningrat 

   Sukowinadi 

SATRIA NUSANTARA 

TEKNIK BELADIRI

   Ulin Peupeuh Gerak Rasa 

   Teknik Tanding Pencak Silat 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

LATIHAN TUI SHOU TAICHI 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI 

INFO PENCAK SILAT

   Pendidikan dan Latihan Seni Beladiri DUEL

   Panglawungan Satria Intan Garut 

 

LEMBAGA SENI PERNAFASAN UNTUK KESEHATAN

SATRIA NUSANTARA

Pada Tingkat Penjuru, setiap anggota Satria Nusantara akan mempelajari Jurus Penjuru. Jurus ini lengkapnya terdiri dari sepuluh jurus yang masing-masing memiliki sekitar 200 gerakan. Jika diperagakan dengan benar, maka satu jurus memakan waktu sekitar 15 menit. Jurus ini diciptakan langsung oleh Guru Besar sekaligus pendiri Satria Nusantara, Dr. H. Maryanto. Tujuan diciptakannya jurus ini adalah untuk lebih mengefektifkan pengolahan magnet (bio magnetik) yang terdapat di dalam tubuh manusia.

Menurut pendapat Maryanto, magnet yang terdapat di dalam tubuh manusia selalu dipengaruhi oleh medan magnet bumi yang terdapat di dua kutub, yaitu utara dan selatan. Jika seseorang melatih teknik pernafasan dengan hanya menghadap pada satu arah saja, maka pengolahan bio magnetiknya kurang sempurna. Oleh karena itu diciptakanlah suatu rangkaian jurus yang arah hadapnya meliputi delapan penjuru angin, dengan harapan agar setiap bagian terkecil dalam tubuh manusia menjadi terolah dan terlatih.

Jurus ini bisa dikatakan "meditasi berjalan", karena selama peragaan sebenarnya seseorang sedang melakukan meditasi dengan medium gerak. Hal ini dapat dilihat dengan persyaratan dalam memperagakan jurus ini, di antaranya harus dilakukan dengan konsentrasi tinggi, gerakan yang benar, serta pernafasan yang terkontrol.

Pada kesempatan ini akan ditampilkan cuplikan gerakan Jurus Penjuru VI. Bervariasinya arah dalam jurus ini dapat dilihat dari arah hadap peraga, serta dapat pula dilihat dari bekas tapak kaki di atas pasir. Diperagakan oleh salah seorang pelatih senior di Padepokan Satria Nusantara, Yogyakarta. (Graspuzi)

Jika gerakan pertama dilakukan dengan menghadap ke arah utara, maka gerakan pertama sampai dengan ke-3, peraga masih menghadap ke utara. (foto 1-3)

Gerakan selanjutnya peraga sudah bergerak ke arah barat. (foto 4-5)

Berikutnya, gerakan dilakukan sambil menghadap ke arah selatan. (foto 6-7)

Gerakan selanjutnya dilakukan dengan menghadap ke arah timur. (foto 8)

Setelah itu gerakan kembali dilakukan sambil menghadap ke timur laut. (foto 9-10)

Berikutnya peraga menghadap ke arah barat sambil melakukan beberapa gerakan. (foto 11-12)

Gerakan selanjutnya dilakukan sambil menghadap ke arah barat laut. (foto 13)

Berikutnya dilakukan sambil menghadap ke arah barat. (foto 14)

Selanjutnya menghadap ke arah timur. (foto 15)

Kemudian kembali peraga menghadap ke arah utara. (foto 16)

Gerakan dilanjutkan sambill menghadap ke arah barat. (foto 17)

Gerakan berikutnya peraga melakukannya sambil menghadap ke arah timur. (foto 18)