DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 04

Home

PANKRATION, Cikal Bakal Beladiri di Dunia 

ULIN PEUPEUH GERAK RASA 

CHINQUCHI, Teknik Pernapasan dari Okinawa 

GRANDMASTER SOKON ‘BUSHI’ MATSUMURA 

PROFIL 

   Rd. Enny Rukmini Sekarningrat 

   Sukowinadi 

SATRIA NUSANTARA 

TEKNIK BELADIRI

   Ulin Peupeuh Gerak Rasa 

   Teknik Tanding Pencak Silat 

PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku 

LATIHAN TUI SHOU TAICHI 

KESEHATAN, Peregangan Beladiri 

WUSHU, Jiben Gong & Jibeng Dong Zuo 

PSIKOLOGI BELADIRI 

INFO PENCAK SILAT

   Pendidikan dan Latihan Seni Beladiri DUEL

   Panglawungan Satria Intan Garut 

 

JURUS TUNGGAL BAKU (3)

JURUS BERSENJATA GOLOK

Setelah mengambil golok, berdiri dan mundur tiga langkah membentuk kuda-kuda silang depan kaki kanan di depan. Golok dipegang tangan kanan dan berada di belakang setinggi bahu. (foto 1).

Setelah selesai memperagakan jurus tangan kosong, sebagai lanjutannya diperagakan jurus bersenjata golok. Golok atau parang yang dipergunakan berukuran antara 30 cm s.d. 40 cm. Jurus bersenjata golok semuanya berjumlah tiga rangkaian. Biasanya ketika pesilat mulai memegang golok, peragaan telah berjalan sekitar satu setengah menit. Pada kesempatan ini akan ditampilkan rangkaian pertama jurus golok. (Graspuzi)

Angkat kaki kanan. Bersamaan dengan itu lakukan sikap pasang dengan menggerakkan golok diagonal ke bawah sehingga berada di depan badan. (foto 2)

Turunkan kaki kanan ke samping kanan. Bersamaan dengan itu lakukan tebangan ke arah luar. (foto 3a).

Putar badan ke kiri sambil melakukan tebangan ke arah dalam, sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada. Pandangan mengikuti gerakan golok. (foto 3b).

Kaki kanan melangkah ke arah serong kiri dengan menggunakan langkah silang, sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada. (foto 3c).

Kaki kiri melangkah ke arah serong kiri, titik berat berada di kaki kiri sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada. (foto 3d).

Balikkan badan ke arah serong kanan belakang membentuk kuda-kuda serong dengan titik berat berada di kaki kanan, bersamaan dengan itu lakukan bacokan ke arah luar. (foto 4).

Tarik kaki kanan sedikit ke belakang, sambil menarik golok sedikit ke belakang. (foto 5a).

Geserkan lagi kaki kanan ke depan, bersamaan dengan itu lakukan tusukan ke depan. (foto 5b).

Langkahkan kaki kiri ke samping kiri sambil menyilangkan golok di depan dada. (foto 6a).

Berbalik kembali menghadap ke depan membentuk kuda-kuda tengah. Bersamaan dengan itu lakukan tebangan ke arah luar. (foto 6b).

Ayunkan golok ke arah kiri, sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada. (foto 7a).

Angkat kaki kanan sambil melakukan tebasan ke bawah arah luar. (foto 7b).