DAFTAR ISI

Majalah  Seni Beladiri

DUEL No. 01

Home

NINJA, Legenda & Sejarah 

WUSHU, Choy Li Fut Kung Fu 

AIKIDO, Teknik Irimi Nage 

PENCAK SILAT, Teknik Kuncian 

PROFIL, Sosai Masutatsu ( Mas )Oyama 

TAEKWONDO, Teknik Mencekik 

ARTIKEL LEPAS, Beladiri Untuk Selamat 

PENCAK SILAT, Jurus Ke Delapan Maenpo 

KARATE, Shorin Ryu Kata 

BELADIRI, Padepokan 

PSIKOLOGI BELADIRI, Motivasi Instruktur 

 

 

                       

Pencak Silat

Kuncian Jari

Dalam beladiri pencak silat, seseorang apabila mendapatkan serangan dari lawan cenderung menangkis, mengelak, menghindar dan membalasnya dengan pukulan atau tendangan. Kenyataannya masih banyak teknik lain yang dalam pelaksanaannya kurang diperhatikan orang padahal manfaatnya tidak kalah penting dengan teknik lain. Teknik tersebut adalah mengunci jari tangan yang cukup praktis untuk membela diri. Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan agar kuncian jari tangan tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan praktis.

Pertama anda harus tenang agar mampu menghindarkan serangan lawan sesuai dengan kemampuan anda serta dapat menempatkan pada posisi yang lebih menguntungkan, selanjutnya anda harus tepat dalam mengambil jari tangan lawan didukung tenaga yang kuat sehingga kuncian dapat dilakukan dengan efektif. Berikut dapat anda lihat peragaan teknik-teknik kuncian tangan :

  • Anda (kanan) melakukan sikap pasang menunggu serangan, sementara lawan anda (kiri) bersiap melakukan serangan. (gambar 1)

  • Lawan anda melangkahkan kaki kanannya sambil memukul lurus dengan menggunakan tangan kanan. Putarlah badan anda ke kanan sambil menangkap pergelangan tangannya, sementara tangan kiri anda berusaha mematahkan sikutnya. (gambar 2)

  • Lawan anda membuka kepalan tangan kanannya sambil memutar keluar, sementara tangan kirinya mendorong sikut anda. Posisi ini sangat tidak menguntungkan bagi anda (gambar 3)

  • Anda melihat kelemahan lawan pada posisi telapak tangan kanannya yang terbuka. Peganglah jari tangannya oleh tangan kiri sambil ditekuk ke atas. (gambar 4)

  • Belitkan tangan kanan anda melewati bagian bawah tangan kanannya, kemudian cengkramlah leher lawan. (gambar 5)

  • Putar badan anda ke kiri sambil berlutut, maka lawan anda akan jatuh telentang. (gambar 6)

 

  • Lawan anda (kiri) berdiri tegak siap melakukan serangan, dan anda (kanan) siap menghadapi serangan pukulan. (gambar 1)

  • Lawan anda melangkahkan kaki kanan sambil melakukan serangan pukulan ke arah perut anda, anda dengan cepat menghindarkan serangan pukulan lawan dengan mempergunakan pergelangan tangan kiri (gambar 2)

  • Masukan tangan kanan anda dengan cepat ke dalam lengan kanan bagian atas lawan sampai pergelangan tangan kanan anda menempel, sementara pergelangan tangan kiri anda mendorong tangan kanan lawan ke atas. (gambar 3)

  • Dengan tidak di duga sebelumnya oleh lawan, sisi ibu jari bagian belakang anda menarik lengan kanan bagian atas lawan ke belakang bersamaan dengan pergelangan tangan kiri anda mendorong tangan kanan lawan ke samping kiri, sehingga tangan lawan anda terkunci. (gambar 4)

  • Lawan anda dengan cepat melakukan pembelaan dirinya dengan cara mendorong sikut kanan anda ke atas, dengan maksud menghindarkan gerakan anda, tetapi anda telah mengontrol gerakan lawan sebelumnya sehingga gerakan lawan dapat diketahui. (gambar 5)

  • Bersamaan dengan itu tangan kanan anda memegang pergelangan tangan bagian atas lawan sambil menekannya ke bawah sementara tangan kiri anda dengan cepat memegang jari tengah tangan kiri lawan, sehingga posisi lawan menjadi terlentang, (gambar 6)

  • Kemudian anda melanjutkan gerakan selanjutnya dengan cara memutarkan pegangan tangan kanan ke sebelahkanan menkan pergelangan tangan kanan bagian atas lawan, bersamaan dengan tangan kiri anda tetap mengunci jari tengah tangan kiri lawan sehingga gerakan lawan anda menjadi terkunci dan tidak berkutik. (gambar 7)