![]() |
|
![]() |
|
|
Aliran - Perguruan - Teknik - Latihan |
|
DAFTAR ISI Majalah Seni Beladiri DUEL No. 02 KARATE, Yasutsune "Ankoh" Itosu ARTIKEL LEPAS, KAMA - Senjata Karate Okinawa TAEKWONDO, Simbolisasi Hewan pada Hyung PENCAK SILAT, Jurus Tunggal Baku PENCAK SILAT, Tari dan Ibing Pencak Silat BENJANG, Beladiri Tradisional Indonesia WUSHU
|
Halaman Khusus "Wushu" diasuh oleh: SHIFU TATANG BUDI SURYANA
Shifu Tatang Budi Suryana dilahirkan di Bandung, bulan Februari 1944. Sejak berusia 5 tahun Shifu yang dikenal juga dengan nama Yan De Xiu mulai berlatih wushu atau kung fu dari Maha Guru Yan Yie Zheng yang masih ada hubungan keluarga dengan Shifu (Shigong/kakek guru). Yan Yie Zheng datang dari Tiongkok sekitar tahun 1930 (berusia 40 tahun) melatih kung fu di kota Jakarta, Cirebon dan lain-lain yang akhirnya menetap di kota Bandung. Berlajar dari seorang guru yang sangat terkenal pada saat itu di Tiongkok Utara, yaitu di propinsi Shantung bernama Sun Li Ting, terkenal dengan jurus-jurus dari Shantung dan dari kuil Shaolin Sie. Jurus-jurusnya memadukan gerakan Shaolin dengan gerakan kung fu Shantung setempat sehingga menjadi lebih dinamis, unik dan digemari oleh pesilat-pesilat saat itu. Pada waktu wafat, murid-muridnya mendirikan satu nisan yang bertuliskan Sun Cing Shaolin yang berarti Maha Guru Sun Li Ting adalah seorang yang menguasai atau ahli dalam wushu Shaolin, mengerti luar dan dalam gerakan dalam arti yang sebenarnya. Sebagai Guru Besar Sasana Wushu Teratai Putih yang didirikan sejak tahun 1967 dan telah menjadi anggota Pengurus Cabang Wushu Kotamadya Bandung Jawa Barat, Shifu Tatang mengajarkan perpaduan antara wushu Shaolin dan wushu Shantung (biasa disebut Wutang Shaolin). Murid-muridnya saat ini tersebar di berbagai kota di Indonesia dan kota Bandung khususnya.
|
WUSHUWushu telah banyak dikembangkan oleh para pakar wushu secara turun-temurun sejak ribuan tahun yang lalu. Wushu yang dikenal saat ini adalah wushu sport, terdiri dari wushu tangan kosong, yaitu Chang Chuen, Nan Chuen dan Taichi Chuen. Chang Chuen dan semacamnya merupakan wushu dengan gerakan yang lincah, leluasa, cepat bertenaga serta berirama yang sangat jelas, juga mengandung loncatan-loncatan. Nan Chuen berasal dari Tiongkok Selatan, tepatnya dari propinsi-propinsi seperti Fu Chien, Kwang Tung, She Chuan dll. Tai Chi Chuen, gerakannya lues, ringan, lambat mengikuti lingkaran-lingkaran dan tidak terputus-putus. Selain itu wushu tangan kosong lainnya adalah Shing I Chuen, Pa Kua Chuen atau Pa Kwa Chang dll. Ada juga yang disebut dengan Ti Tang Chuen, yaitu gerakan-gerakan bawah tanah yang berarti naga tanah. Wushu yang menggunakan alat seperti golok, pedang, tombak, toya, golok besar, pedang ganda, golok ganda, tombak ganda, kaitan ganda sembilan ruas, piau bertali dll. Dalam pertandingan internasional, alat yang digunakan hanya beberapa saja, seperti golok, pedang, tombak, dan toya. Golok dan pedang dibuat dari bahan-bahan yang ringan atau baja yang ringan. Tombak dan toya, tongkatnya adalah tongkat yang terbuat dari semacam kayu yang dinamakan kayu lilin, istilahnya adalah Pai La Khan. Biasanya golok gerakannya cepat dan sangat dahsyat, sedangkan pedang gerakan-gerakannya berirama, lincah, dan ringan. Gerakan dari tombak yang dipentingkan adalah kakinya sebagai akar, pinggangnya sebagai As dan tenaganya bisa sampai ke ujung tombak dan lurus dengan menusuknya secara mulus dari mulai bahu, tangan sampai ke ujung tombak. Kalau toya yang dipentingkan adalah sapuan-sapuan kiri kanan menggunakan dua ujung. Selain alat, gerakan berpasangan biasanya istilahnya adalah Tui Lien atau Tu i Ta. Tu i ta itu ada yang tangan kosong, senjata, atau gabungan tangan kosong dan senjata, dan lain-lain. Selain gerakan tangan kosong dan alat, juga dipertanding Shan Shou, gerakannya bebas bisa menggunakan tendangan, pukulan, bantingan, dan lain-lain. Di antaranya ada gerakan-gerakan yang pukulannya kebagian atas, ada juga tendangan yang atas bawah mengikuti peraturan tertentu. Wushu dapat berkembang terus sesuai zaman, dapat tetap menjadi suatu olahraga yang bisa dinikmati, dilatih oleh anak-anak, remaja, orang tua, tanpa memandang perbedaan laki-laki atau perempuan. Wushu sangat ideal untuk melatih orang menjadi lincah, bermental baja, dan juga yang utama kesehatannya akan meningkat, daya tahan tubuhnya akan meningkat. Wushu merupakan olahraga yang sangat cocok untuk dilatih oleh masyarakat yang perlu olahraga dan dapat dilakukan di rumah, di gedung olah raga dan tempat lainnya.
Anda dapat menanyakan segala hal mengenai beladiri Wushu. Wushu Tradisional maupun Modern (yang dipertandingkan) kepada Shifu Tatang Budi Suryana. Dialamatkan kepada: Majalah Seni Beladiri DUEL, Jl. Lengkong Besar No. 19, Bandung. 40261. Telp: 022-4203796, Fax: 4203796 / 2501840, e-mail: duel@melsa.net.id |